Kalender

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Usaha Ekonomi Panti

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterSekarang119
mod_vvisit_counterKemarin280
mod_vvisit_counterMinggu ini2556
mod_vvisit_counterBulan ini7792
mod_vvisit_counterSeluruhnya2035842

heboh tulisan haris azhar

Semarang - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa isi tulisan Haris Azhar soal pengakuan Freddy Budiman merupakan informasi yang bisa saja benar atau salah. Pihaknya terus mendalami untuk membuktikan kebenarannya.

"Kami harapkan agar publik, kita bukan anti kritik, publik supaya paham bahwa informasi itu bisa benar bisa tidak," kata Tito di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (5/8/2016).

Tito mengatakan, pihaknya melakukan langkah-langkah pengawasan dan penyelidikan internal untuk menelusuri itu yang dimimpin oleh Irwasum Polri. Langkah itu juga mengikutsertakan dari eksternal supaya kredibel.

"Karena komitmen kepolisian ini tegas dan jelas sekali, kita tidak akan mentolerir narkoba. Pelaku narkoba kita tangkap, yang di dalam (internal) kalau terlibat kita akan proses hukum," ujarnya.

Tito mengungkapkan oknum polisi yang terlibat dalam narkoba selama ini ditindak dan diproses. Sejauh ini, 300 lebih personel sudah diproses hukum baik kode etik maupun pidana.

"Kita tidak akan toleransi. Yang kita inginkan jangan sampai informasi ini dianggap sebagai suatu yang pasti benar, informasi ini jangan digiring kepada sesuatu yang pasti benar, bisa saja salah," ujarnya.

Tito menegaskan akan memproses jika dalam penyelidikan menemukan kebenaran isi tulisan Haris soal testimoni Freddy Budiman itu.

"Kalau seandainya ini tak benar, katakan salah. Jangan sampai nanti setelah investigasi yang maksimal kita lakukan ternyata tidak benar, dan kemudian sudah dianggap benar, nah jangan dianggap menutupi, itu saja," tutupnya. (detik.com)

Phoca Facebook Comments

Facebook Application ID is empty